Jumat, 28 Agustus 2015

Akhirnya Khan Mau Baca

PROYEK: Baca Buku & Dekorasi Sudut Baca
[Belajar mencintai aktivitas Baca & desain interior] 

Kalau ingat masa kecil dulu, bisa dibilang saya si kutu buku, artinya memang sangat suka baca buku. Apa saja saya baca, mulai buku cerita, majalah, komik, cerpen, cerbung, cergam, novel, TTS dan RPUL pun saya lahap. Perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan dan toko buku itu semacam kemewahan.
Saya juga masih ingat suatu hari diijinkan ayah membeli banyak buku; beberapa buku pelajaran dan buku cerita anak. Sampai di rumah, hanya membutuhkan waktu singkat saya menyelesaikan  buku-buku itu, dan kakak saya pun bergumam heran, 'gila' katanya.
Makanya saya gemas melihat anak perempuan saya tidak terlalu suka membaca. Alergi sama sekali memang tidak, tapi hanya majalah yang dia suka. Apalagi yang berbonus stiker. Ayahnya juga ternyata sama. Tidak terlalu suka membaca. Mereka lebih senang mendengarkan. Mereka sama-sama dominan auditory learning, belajar lewat mendengar.
Namun begitu, saya percaya tidak suka baca itu bukan faktor keturunan. Ini pasti masalah pembiasaan. Karena segala sesuatunya tidak bisa diajarkan melalui pemaksaan, saya mencoba melalui jalur menjadi contoh yang dominan. Cara pasifnya, saya selalu sempatkan membaca buku sebelum tidur, dengan maksud memperlihatkan asyiknya membaca. Secara aktif juga saya lakukan dengan memberi tugas dan permainan,  yang memerlukan referensi buku atau bacaan dalam prosesnya. Misalnya saat kami mengerjakan proyek travel journal, Khan saya tugaskan untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang negara-negara yang ingin dikunjungi. Atau saat Khan ingin memelihara ikan cupang, sebelum saya penuhi, Khan saya tugaskan untuk membaca cara memeliharanya. Cukup panjang prosesnya, tapi ada progres walau belum signifikan. Beberapa waktu lalu Khan mulai ke perpustakaan sekolah dan sempat meminjam atlas dunia. Saya bersyukur, ragam buku yang diminati mulai berkembang.
Kemarin keponakan saya dari Jawa sempat mampir ke rumah dalam perjalanan dinasnya. Ia memberi pesan pada Khan untuk rajin membaca. Dilatarbelakangi cerita sukses keponakan saya itu, rupanya pesan yg disampaikan cukup masuk di hatinya. Dia mulai melirik koleksi buku saya, mengambil salah satunya dan membaca. Alhamdulillah. Kini saatnya memfasilitasi karena momentum sudah saya dapat. Sayapun mulai merapikan dan memilah kembali sudut-sudut baca dan koleksi saya, juga melibatkannya merapikan sudut bacanya sendiri.
Dari pengalaman panjang ini, saya sekedar berbagi tips untuk menularkan minat baca pada anak.
  • Menjadi contoh. Contoh itu penting, karena kalau kita tidak suka baca, bagaimana bisa menyuruh anak untuk suka baca.
  • Buat permainan atau kegiatan bersama yang dalam prosesnya memerlukan referensi bacaan, seperti yang sudah saya contohkan di atas
  • Perkenalkan dan sering mengajak anak ke perpustakaan atau toko buku
  • Biarkan anak memilih bukunya sendiri. Orang tua tinggal menyaring mana yang boleh dan mana yang tidak. Kemudian beri alasan jujur mengapa buku itu tidak boleh dikonsumsi untuknya. 

  • Fasilitasi dengan menciptakan sudut-sudut baca yang nyaman, dimana saja di setiap ruangan. 
  • Buat buku bisa terlihat dan mudah dijangkau. Salah satunya jadikan buku sebagai elemen dekorasi, jangan hanya tersimpan dalam lemari.
  • Libatkan orang yang dia kagumi untuk memberi masukan, seperti halnya nasihat keponakan saya pada Khan.
  • Manfaatkan media online sebagai alternatif saat stok buku menipis.
  • Terakhir, jangan pernah berpikir rugi 'beli buku'. Harga buku tidak sebanding dengan ilmu dan manfaat yang didapat. Jika sudah selesai membaca dan sudah tidak ingin disimpan lagi, buku bisa disedekahkan. InsyaAllah bisa menjadi ladang ilmu dan pahala. Tidak ada ruginya, kan
-RE [Bunda Khansa]-

Rabu, 19 Agustus 2015

Bucket List di Khan's Travel Journal Page 2 - 3

PROYEK: Jurnal Perjalanan Khansa si 7 tahun
[ Belajar sketsa & doodle, membuat bucket list, observasi banyak tempat ]

Kali ini pembuatan Jurnal Perjalanan saya libatkan Khansa sebanyak mungkin, mulai belajar arsir gambar yang sudah saya sediakan (huruf K sebagai simbol namanya), mewarna, merasakan komposisi gambar, kemudian mengisi bucket list 100 tempat yang ingin dikunjungi di halaman 3, sampai menuliskan pengalaman membuat dua halaman tersebut pada blog ini. Berikut cerita Khansa.

-RE [bunda Khansa]-
_________________

Hai, ini the real Khansa. Khansa dipaksa bunda ketik ketik sendiri.
Halaman 2 jurnal isinya gambar k. Artinya khansa. Bunda gambar khansa arsir. Gambar bunda bagus gambar khansa enggak. Tapi bunda tetap bilang bagus. Ya sudah.
Halaman 3 jurnal isinya bucket list 100 places to see. 100 tempat yang ingin khansa datangi. khansa ingin ke jepang, main salju main ice sketing. Khansa mau lihat sekolah sma khansa disana, kata bunda sekolah disana bagus bagus ada gambar hello kitty dan aikatsu. Khansa juga mau ke korea, haji, ke labirin di malang, new zealand, raja ampat, bandung, ke australi lihat koala, pulau komodo tapi gak usah lihat komodo, maluku.  Berenang, berenang, pantai, pantai.
Belum terisi semua, khansa bingung, tunggu bunda dulu biar khansa tanya lagi.

-KHANSA-

Jumat, 31 Juli 2015

Dream Pray Action by Khansa

PROYEK: Vision Board Khansa si 7 Tahun
[Belajar tentang Visi, Perencanaan, Strategi, Pelaksanaan dan Evaluasi]

Idul Fitri kali ini keluarga kami belajar memaknainya dengan memulai menegaskan kembali mimpi, harapan dan aksi apa yang akan dilakukan menjalani setahun ke depan. Tahun ini kami sepakat pembuatan vision board dan evaluasi dilakukan di bulan Ramadhan setiap tahunnya, bukan di awal tahun masehi seperti sebelum-sebelumnya. Hasil dari perenungan, muhasabah bersama di Ramadhan kemarin, Khansa dan saya sepakat untuk meneruskan 'Mimpi' yang Khansa buat di awal tahun 2015 dengan beberapa revisi dan sedikit penambahan target.
Di awal tahun, Khansa sempat menuliskan secara singkat dengan bahasanya di selembar kertas dan white board 'Mimpi' sebagai berikut: Sholat tepat waktu, Wisuda Tahfidz (Juz 30), Raport nilai 100/ naik kelas, Liburan ke Pantai (Khansa ingin menelusuri banyak Pantai di Indonesia) dan ke Jepang (tujuan utama ber ice skating).


Hasil evaluasi di bulan Ramadhan kemarin MasyaAllah dan Alhamdulillah Khansa tepat janji untuk Sholat Tepat Waktu. Wisuda tahfidz tahun ini InsyaAllah Khansa akan ikut mengingat target hafalan sudah tercapai, dan bahkan di bulan Ramadhan kemarin berhasil menjadi Juara Pertama di lomba tingkat pemula yang diselenggarakan oleh Masjid tempat Khansa tahfidz. 
Untuk target nilai raport sekolah; sebenarnya di sekolah Khansa ini ada beberapa raport selain raport angka, Alhamdulillah pencapaian raport Khansa luar biasa. Pada raport narasi, pencapaian kemampuan pemahaman nyaris sempurna. Raport Tahfidz 100 persen, Raport Angka dengan rata-rata 93, dan Khansa pun mencapai targetnya untuk naik ke kelas 2. 
Tersisa poin Liburan ke Pantai dan ke Jepang yang sampai pertengahan tahun ini belum kami realisasi. Doa saya dan ayah Khansa agar kami semua diberi rezeki umur, kesehatan dan kelancaran untuk mewujudkannya. Namun begitu, aksi menabung masih Khansa lakukan dengan penuh komitmen untuk mimpinya tersebut.
Jika ditanya apa yang saya dan suami lakukan hingga pencapaian Khansa sedemikian rupa?, saya sendiri akan bingung menjawabnya. Saya hanya memintanya punya 'Mimpi', punya 'Tujuan'. Kemudian mengajaknya berdoa dan 'bercerita' tentang mimpi tersebut pada Allah yang Maha Berkehendak agar mimpi tersebut menjadi kehendak-Nya juga. Setelah itu barulah mengingatkannya 'action' untuk mencapai yang dia inginkan. Kalau mau sholat tepat waktu ya persiapkan diri ketika mendekati waktu sholat, kalau mau raport bagus ya serap apa yang diajarkan, bertanya jika belum mengerti. Jika ingin liburan dan traveling ya menabung. Dan dalam perjalanannya, saya justru belajar banyak dari Khansa, betapa ia berusaha keras menepati komitmen yang dia buat sendiri.
Berikut revisi dan penambahan target 'Mimpi' Khansa hingga Ramadhan mendatang, InsyaAllah.

-RE [bunda Khansa]-



Selasa, 28 Juli 2015

Khan's Travel Journal

PROYEK: Jurnal Perjalanan Khansa si 7 tahun
[Belajar fotografi & editing, bahasa Inggris, bercerita, menulis, doodle & sketsa, desain grafis]

Awalnya Khansa bertanya apa itu Diary. Diary itu buku harian, jawab saya singkat. "Buku Harian itu apa?", tanya Khansa lagi. Terus begitu, bertanya tidak puas ketika saya menjawab secara singkat. Ide membuat diary secara langsung pun terlintas, saya usulkan, dan Khansa setuju. Mengingat kesukaan kami adalah traveling, kami sepakat menulis tentang perjalanan-perjalan kami. 
Media yang kami pilih untuk Travel Journal ini adalah sosial media Instagram dan diary konvensional. Dari media Instagram, Khansa belajar memilih foto, mengedit komposisi dan filter, berbagi pengalaman & cerita (share) tentang foto yang di upload, dan tentunya berlapang dada dengan feed back yang masuk. Untuk pemakaian sosial media ini tentunya masih tetap dalam pendampingan orang tua, terutama saat melihat beragam posting di time line. Saat explore foto, saya manfaatkan untuk berdiskusi dengan Khansa tentang banyak hal, mulai hal-hal teknis mengenai foto yang bagus, komposisi foto, sampai dengan cerita suatu tempat atau gambar yang menarik perhatian kami. 
Foto-foto perjalanan Khansa yang dimulai sejak usia 2 bulan ini dapat dilihat di akun Instagramnya dengan ID khansaarezi ( https://instagram.com/khansaarezi/ )


Melalui media diary konvensional, kesukaan kami menggambar dan mendesain kami tuangkan. Pada halaman pertama, saya buatkan kata pengantar, tulisan judul dan ilustrasi. Khansa menyelesaikan dengan mewarna dan menempel kertas warna-warni. Halaman pertama ini sebagai contoh untuk selanjutnya memancing ide-ide kreatif Khansa pada halaman selanjutnya. 

You are an explorer.
Your mission is to document and observe the world 
around you as if you've 
never seen it before.
Take notes, collect things
you find on your travels.
Document your findings
Notice patterns. Copy trace
Focus on one thing at time
Record what you are drawn to

-RE [bunda Khansa]-